Maka
dengan peristiwa “peristiwa penanda tanganan proses pembangunan waduk kedung
ombo “Dengan notabennya menjadi waduk
terbesar seasia pada saat itu penulis menjadi bertambah semangat untuk
menuliskan nilai nilai luhur para tokoh leluhur tersebut termasuk K. ruslan
dan K. jahuri sebagai perintis
berkembangnya ajaran islam di wilayah Grobogan paling selatan ini beliaunya
termasuk telah mendirikan pon pes tanpa nama yang menjadi linspirasi penulis
sehingga memberanikan diri mendirikan pon pes Darussalam muda pada tahun 1994
singkat kata berdirinya pon pes Darussalam Muda di latar belakangi oleh :
1) Menjunjung tinggi nilai – nilai luhur para wali dan
para kyai yang telah dengan semangat mengajarkan ajaran islam dengan kehidupan
yang sangat bersahaja dan serta dalam keadaan keterbatasan
2) Nunggak semi (Menindak lanjuti) meneruskan pondok
pesantren yang telah didirikan Mbah K.H Ruslan pada saat jaman penjajahan
belanda ( tetapi terbakar pada jaman jepang .
3) Semangat yang diberikan oleh para kyai antar lain :
a) Mbah kyai Ruslan ( Sang tembus pandang )
b) Mbah K.H Purwadi (Waro’)
c) Mbah K. H Abdul Aziz Bakri (Ahli Wirid)
d) Mbah K. H Salman Dahlawi ( Istiqomah )
e) Mbah K. Hasan Minhaj ( Waskito )
f)
Mbah K. H Ali Muhammad (Sensitif )
g) Mbah K. H Fathoni (Berwawasan )
h) Mbah K. H Abdurrohman Khudhori ( Rensponsif )
Dan masih banyak lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar